Menebar benih lele adalah momen paling menentukan dalam satu siklus budidaya. Banyak pembudidaya pemula gagal bukan karena salah pakan, melainkan karena keliru saat memasukkan benih ke kolam. Benih lele sangkuriang yang sehat dapat tumbuh seragam dalam 60–90 hari, tetapi hanya jika proses adaptasi awal dilakukan dengan benar.
Sebelum benih ditebar, pastikan kolam sudah melalui proses pengendapan air minimal tiga hari. Tujuan utamanya bukan sekadar mengisi kolam, tetapi memberi waktu agar gas sisa dan kaporit di air menguap. Jika memakai air sumur, endapkan lebih lama karena kandungan besinya biasanya lebih tinggi.
Aklimatisasi: kunci benih tidak kaget
Aklimatisasi berarti menyesuaikan suhu air dalam kantong benih dengan suhu kolam. Cara paling aman adalah mengapungkan kantong plastik berisi benih di permukaan kolam selama 15–20 menit, lalu perlahan-lahan menambahkan air kolam ke dalam kantong sedikit demi sedikit. Setelah keduanya sama suhunya, barulah benih dilepas. Jangan pernah menuang benih langsung dari kantong ke kolam tanpa langkah ini.
Waktu tebar yang tepat
Tebar benih sebaiknya dilakukan pagi buta atau sore menjelang malam, saat suhu air stabil dan matahari tidak terik. Menebar pada siang bolong membuat perbedaan suhu terlalu ekstrem dan memicu stres berkepanjangan.
Kepadatan yang dianjurkan
Untuk kolam terpal berukuran 2×3 meter dengan kedalaman 80 cm, kepadatan ideal benih ukuran 5–7 cm adalah sekitar 500–800 ekor. Padatkan hanya bila aerasi dan sirkulasi air benar-benar memadai. Menebar terlalu rapat adalah penyebab paling umum pertumbuhan tidak seragam.
Setelah benih ditebar, berikan pakan halus mulai hari kedua dengan dosis kecil namun sering. Amati perilakunya: benih yang sehat akan bergerak aktif mengejar pakan, sementara benih yang lesu dan mengumpul di dasar biasanya menandakan masalah kualitas air atau penyakit.
Kesalahan yang paling sering terjadi
Kesalahan pertama adalah menebar benih pada pagi hari setelah kolam baru diisi air keruh. Air keruh menyumbat insang dan membuat benih sulit bernapas. Kesalahan kedua adalah memberi pakan penuh pada hari pertama. Sistem pencernaan benih belum siap, dan sisa pakan yang mengendap langsung menurunkan kualitas air. Kesalahan ketiga adalah menyalakan lampu terang di atas kolam pada malam pertama, yang justru membuat benih stres dan berkumpul di satu titik.
Memantau tujuh hari pertama
Tujuh hari pertama adalah masa kritis. Periksa kolam setiap pagi dan sore, hitung perkiraan benih yang mati, dan catat perilakunya. Jika kematian melebihi lima persen pada hari pertama, segera periksa suhu dan sumber air. Jangan menambah pakan sebelum benih terlihat aktif mengejar makanan. Dengan pemantauan ketat selama sepekan, Anda dapat menekan kerugian sekaligus memastikan siklus budidaya berjalan sesuai rencana.
Checklist hari pertama menebar benih
- Uji suhu air kolam dan air kantong benih, selisihnya maksimal 2 derajat Celsius.
- Apungkan kantong 15–20 menit, lalu campur air kolam sedikit demi sedikit.
- Tebar benih pagi buta atau sore, jangan saat matahari terik.
- Siapkan aerasi atau pompa udara, nyalakan terutama pada malam hari.
- Catat jumlah benih yang ditebar dan waktu penebaran untuk evaluasi siklus berikutnya.