Kolam terpal menjadi pilihan populer karena murah, fleksibel, dan mudah dipindahkan. Namun membesarkan benih nila di terpal membutuhkan perhatian khusus, terutama pada kualitas air yang tidak punya kontak langsung dengan tanah.
Persiapan kolam terpal
Pastikan rangka terpal kokoh dan permukaannya bersih. Isi air hingga ketinggian 70–80 cm, lalu endapkan tiga hari. Tambahkan garam ikan dengan dosis satu sendok makan per 20 liter air untuk mencegah jamur dan parasit awal.
Pemberian pakan
Benih nila diberi pakan halus tiga sampai empat kali sehari. Dosis total sekitar 3–5 persen dari bobot biomassa per hari. Berikan pakan pada tempat yang sama setiap kali agar benih terbiasa dan sisa pakan mudah dipantau.
Menjaga kualitas air
Karena terpal tidak memiliki sistem penyaringan alami, penggantian air sangat penting. Ganti sekitar 20–30 persen volume air setiap minggu, atau lebih sering bila air mulai keruh dan berbau. Menambahkan aerasi sederhana berupa pompa udara akan sangat membantu, terutama pada malam hari.
Memanen hasil
Dengan pakan dan air yang terjaga, benih nila ukuran 5 cm dapat mencapai ukuran konsumsi dalam 3–4 bulan. Panen sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk memberi ruang bagi ikan yang belum cukup besar.
Kunci sukses budidaya nila di terpal adalah konsistensi. Jadwal pakan dan penggantian air yang teratur jauh lebih penting daripada perlakuan istimewa sesekali.
Mengelola risiko pada kolam terpal
Kolam terpal tidak punya buffer alami seperti kolam tanah, sehingga perubahan suhu dan kualitas air terjadi lebih cepat. Pada musim hujan, air hujan yang masuk dapat menurunkan suhu secara mendadak. Sebaiknya pasang penutup atau atap sederhana, dan hindari menempatkan kolam di area yang tergenang. Pada musim kemarau, perhatikan penguapan yang membuat air mengental dan konsentrasi amonia meningkat.
Mencatat pertumbuhan
Lakukan penimbangan sampel setiap dua minggu untuk mengetahui laju pertumbuhan. Catat bobot rata-rata, jumlah pakan yang diberikan, dan kualitas air. Dari catatan ini Anda bisa menyesuaikan dosis pakan secara lebih tepat. Budidaya yang dikelola berdasarkan data selalu lebih efisien dibanding budidaya yang mengandalkan perkiraan. Setelah beberapa siklus, Anda akan memiliki panduan sendiri yang paling cocok untuk kolam Anda.
Rutinitas pemeliharaan mingguan
- Ganti 20–30 persen air setiap minggu, atau lebih sering bila air keruh.
- Bersihkan sisa pakan dan kotoran yang mengendap di dasar kolam.
- Timbang sampel ikan untuk memantau laju pertumbuhan.
- Periksa pompa udara dan pastikan aerasi berjalan pada malam hari.
- Catat semua pengukuran agar penyesuaian dosis pakan lebih tepat.